FISIOLOGI
HEWAN AIR
STRUKTUR
SEL IKAN
(Laporan
Praktikum)
Oleh :
Kelompok I
(satu)
Mira Sentia Audina (13742032)
Muhamad Yullizar Herfandi (13742033)
Muhamad Fitrah Riyadi (13742034)
Muhamad Taufik Ramadan (13742035)
Mutammimah (13742036)
Program Studi :
BUDIDAYA PERIKANAN
JURUSAN PETERNAKAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG
2013
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sel
merupakan unit terkecil yang menyusun suatu organisme. Secara garis besar
mahluk hidup dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu prokariot dan eukariot.
Keduanya dibedakan berdasarkan ada tidaknya inti sel, atau membran yang membagi
sel menjadi inti dan sitoplasma. Sel prokariot tidak tidak memiliki pemisah
inti dari sitoplasma, kelompok ini jugamerupakan mahluk uniseller atau bersel
tunggal. Bakteri ganggang biru termasuk kedalam organisme prokariot. Pada sel
eukariot kandungan sel terbagi dalam dua bagian yaitu inti dan sitoplasma,
dengan struktur yang lebih rumit dibandingkan prokariot.
Ukuran
bentuk sel sangat bervariasi, ukuran sel tergantunmg pada jenis sel tersebut.
Namunsecara umum sel binatang berukuran antara 7-20 µm. Sebagai contoh sel
darah putih mempunyai ukuran lebih kecil 7 µm sedangkan sel saraf berukuran
lebih besar dari 20 µm
1.2 Tujuan
Tujuan dilaksanakannya praktikum ini adalah mahasiswa
dapat melakukan pengamatan terhadap sel dan mengetahui struktur sel yang
terdapat pada darah ikan.
II.
METODOLOGI
2.1
Waktu Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan praktek ini di lakukan
pada siang hari jumat tanggal 21 februari 2014 pukul 10.00 – 12.00 WIB, bertempat
di Lab.B
2.2
Alat dan bahan
Alat
·
Mikrokop
·
Alat suntik
·
Preparat
·
Gelas ukur
·
Tisu
·
Nampan
·
Ikan Nila
·
Heparin
2.3
Metode Pelaksanaan
Langkah langkah yang
perlu dilakukan adalah sebagai berikut :
· Siapkan alat dan bahan
· Letakkan ikan pada nampan, pegang alat
suntik dengan tangan kanan dan bagian skala berada dibagian depan
·
Tusukkan jarum pada bagian gurat sisi
tubuh ikan (linealateralis), jarum suntik harus mengenai pembuluh darah ikan
yang berada diantara tulang, jika tidak mengenai pembuluh darah maka darah
tidak akan tersedot.
·
Bersihkan kaca preparat dengan tisu,
letakkan sempel darah pada kaca preparat lalu tutup dengan penutup kaca
preparat. Bersihkan alat suntik dengan cairan heparin.
·
Lalu amati sempel darah menggunakan
mikroskop
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Sel darah ikan memiliki bagian bagian tersendiri, dimana setiap bagian memiliki fungsi yang berbeda-beda. Bagian sel diantaranya adalah inti sel, Retikulum endoplasma, Ribosom, Sentriol, Badan Golgi, Lisosom, Mitokondria Sitoplasma, Membran sel. Berikut ini adalah fungsi dari setiap bagian bagina tersebut :
· Membran sel, merupakan bagian sel paling luar. Berfungsi mengatur keluar masuknya zat pada suatu sel.
· Sitoplasma, cairan bening seperti gel yang mengisi ruang dalam sel, berfungsi sebagai tempat berlangsungnya reaksi metabolisme.
· Mitokondria, nerupakan tempat pembentukan sumber energi. Umumnya dimiliki semua sel hidup, karena fungsinya yang sangat penting, yaitu menghasilkan energi melalui proses respirasi sel (reaksi antara bahan makanan dengan oksigen dan menghasilkan energi)
· Ribosom, organel berbentuk butiran-butiran kecil yang terdapat di sitoplasma atau menempel di permukaan retikulum endoplasma kasar. Berfungsi sebagai tempat sintesis protein.
· Retikulum Endoplasma, organel berbentuk seperti saluran. Retikulum Endoplasma permukaan kasar diselubungi ribosom, Retikulum Endoplasma permukaan halus tidak ada ribosom, tetapi di permukaannya terdapat enzim-enzim. Berfungsi untuk membatu metabolisme protein, lemak dan karbohidrat.
· Badan Golgi, organel berbentuk seperti tumpukan kue panekuk. Berfungsi membantu sintesis protein.
· Lisosom, merupakan kantung kecil dengan membran tunggal. Berfungsi untuk mendaur ulang bagian sel yang rusak, mencerna zat sisa makanan atau zat-zat asing yang masuk ke dalam sel.
· Sentrosom, bentuknya seperti tabung kecil dan mengapung di sitoplasma. Sentriol dalam sentrosom berperan dalam pembelahan sel.
· Nuklues (inti sel), organel berbentuk bulat atau lonjong yang terdapat di tengah atau bagian tepi sel. Berfungsi sebagai pusat pengendali kegiatan sel. Di dalamnya terdapat cairan inti (nukleoplasma).
· Membran sel, merupakan bagian sel paling luar. Berfungsi mengatur keluar masuknya zat pada suatu sel.
· Sitoplasma, cairan bening seperti gel yang mengisi ruang dalam sel, berfungsi sebagai tempat berlangsungnya reaksi metabolisme.
· Mitokondria, nerupakan tempat pembentukan sumber energi. Umumnya dimiliki semua sel hidup, karena fungsinya yang sangat penting, yaitu menghasilkan energi melalui proses respirasi sel (reaksi antara bahan makanan dengan oksigen dan menghasilkan energi)
· Ribosom, organel berbentuk butiran-butiran kecil yang terdapat di sitoplasma atau menempel di permukaan retikulum endoplasma kasar. Berfungsi sebagai tempat sintesis protein.
· Retikulum Endoplasma, organel berbentuk seperti saluran. Retikulum Endoplasma permukaan kasar diselubungi ribosom, Retikulum Endoplasma permukaan halus tidak ada ribosom, tetapi di permukaannya terdapat enzim-enzim. Berfungsi untuk membatu metabolisme protein, lemak dan karbohidrat.
· Badan Golgi, organel berbentuk seperti tumpukan kue panekuk. Berfungsi membantu sintesis protein.
· Lisosom, merupakan kantung kecil dengan membran tunggal. Berfungsi untuk mendaur ulang bagian sel yang rusak, mencerna zat sisa makanan atau zat-zat asing yang masuk ke dalam sel.
· Sentrosom, bentuknya seperti tabung kecil dan mengapung di sitoplasma. Sentriol dalam sentrosom berperan dalam pembelahan sel.
· Nuklues (inti sel), organel berbentuk bulat atau lonjong yang terdapat di tengah atau bagian tepi sel. Berfungsi sebagai pusat pengendali kegiatan sel. Di dalamnya terdapat cairan inti (nukleoplasma).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar